Faktor Penyebab Imbas Dan Penanggulangan Pencemaran Air

Pencemaran air ialah masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air. Akibatnya, kualitas air turun hingga ke tingkat tertentu yang mengakibatkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran air juga merupakan kondisi air yang menyimpang dari sifat-sifat air dari keadaan normal.

Apabila perairan tercemar, maka keseimbangan ekosistem di dalamnya juga akan terganggu. Air sanggup terkotori oleh komponen-komponen anorganik, diantaranya banyak sekali logam berat yang berbahaya. Komponen-komponen logam berat ini berasal dari kegiatan industri. Kegiatan industri yang melibatkan penggunaan logam berat, antara lain industri tekstil, pelapisaan logam, cat/tinta warna, percetakan, materi agrokimia, dan lain-lain

1. Faktor Penyebab Pencemaran Air
Pencemaran air sanggup terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawarawa, danau, dan laut. Bahan pencemaran air sanggup berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.
  • Limbah Industri. Air limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya. Jenis limbah yang berasal dari industri sanggup berupa limbah organik yang amis menyerupai limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas. Selain itu, limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik farmasi, dan lain-lain. Contoh pencemaran logam berat misalnya, pencemaran raksa yang terjadi di Minamata, Jepang.
  • Limbah Rumah Tangga. Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Limbah organik ialah limbah menyerupai kulit buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan banyak sekali materi yang sanggup diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang berasal dari materi anorganik, antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi. 
  • Limbah Pertanian. Pada sektor pertanian juga sanggup terjadi pencemaran air. Terutama akhir dari penggunaan pupuk dan materi kimia pertanian tertentu, menyerupai insektisida dan herbisida.

2. Dampak Pencemaran Air
Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan pengaruh yang tidak menguntungkan bagi lingkungan. Beberapa akhir pencemaran air antara lain sebagai berikut.
  • Penurunan Kualitas Lingkungan. Pembuangan materi terkotori secara eksklusif ke dalam perairan sanggup mengakibatkan terjadinya pencemaran pada perairan tersebut. Pembuangan limbah organik sanggup mengakibatkan peningkatan mikroorganisme atau kesuburan flora air, sehingga menghambat masuknya cahaya matahari ke dalam air.
  • Gangguan Kesehatan. Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan mengakibatkan banyak sekali penyakit.. Air limbah juga sanggup dipakai sebagai sarang nyamuk dan lalat yang sanggup membawa (vektor) penyakit tertentu.
  • Pemekatan Hayati. Pemekatan hayati ialah proses peningkatan kadar materi pencemar dengan melewati badan makhluk hidup. Bahan pencemar memasuki lingkungan melewati rantai kuliner dan jaring-jaring makanan. Bahan beracun yang dibuang ke perairan sanggup meresap ke dalam badan ganggang.
  • Mengganggu Pemandangan.  Meskipun air yang terkotori tidak mengakibatkan bau, perubahan warna air mengganggu pandangan mata kita. Hal ini tentu mengganggu kenyamanan dan keasrian kota.
  • Mempercepat Proses Kerusakan Benda. Ada sebagian air limbah yang mengandung zat yang sanggup diubah oleh basil anaerob menjadi gas yang sanggup merusak menyerupai H2S. Gas ini sanggup mempercepat proses perkaratan pada besi. Agar terhindar dari hal-hal di atas, sebaiknya sebelum dibuang, air limbah harus diolah terlebih dahulu dan memenuhi ketentuan Baku Mutu Air Limbah.

3. Cara Penanggulangan Pencemaran Air
Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan-bahan tersuspensi dan terapung, menguraikan materi organik biodegradable (yakni materi organik yang sanggup terurai oleh kegiatan makhluk hidup), meminimalkan basil patogen, serta memerhatikan estetika dan lingkungan. Pengolahan air limbah sanggup dilakukan sebagai berikut.

a. Pembuatan Kolam Stabilisasi
Kolam Stabilisasi ialah salah satu metode pengolahan air limbah secara alami. Kolam Stabilisasi ialah kolam tanah buatan yang terdiri dari serangkaian kolam anaerobik, fakultatif, dan kolam maturasi. Kolam ini tergantung kualitas air limbah yang disyaratkan.
Pencemaran air ialah masuknya makhluk hidup Faktor Penyebab Dampak dan Penanggulangan Pencemaran Air
Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai. Kolam stabilisasi yang umum dipakai ialah kolam anaerobik, kolam fakultatif (pengolahan air limbah yang terkotori materi organik pekat), dan kolam maturasi (pemusnahan mikroorganisme patogen). Kolam stabilisasi ini sanggup dipakai oleh semua kalangan sebab gampang memilikinya dan murah harganya

b. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
Pengolahan air limbah ini memakai alat-alat khusus. Pengolahan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu primary treatment (pengolahan pertama), secondary treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan).
  1. Primary treatment merupakan pengolahan pertama yang bertujuan untuk memisahkan zat padat dan zat cair dengan memakai filter (saringan) dan kolam sedimentasi. 
  2. Secondary treatment merupakan pengolahan kedua yang bertujuan untuk mengoagulasikan, menghilangkan koloid, dan menstabilisasikan zat organik dalam limbah. 
  3. Tertiary treatment merupakan lanjutan dari pengolahan kedua, yaitu penghilangan nutrisi atau unsur hara, khususnya nitrat dan fosfat, serta penambahan klor untuk memusnahkan mikroorganisme patogen.
Pencemaran air ialah masuknya makhluk hidup Faktor Penyebab Dampak dan Penanggulangan Pencemaran Air
c. Pengelolaan Excreta
Excreta ialah adonan feses dan urine.  Excreta banyak terkandung dalam air limbah rumah tangga. Excreta banyak mengandung basil patogen penyebab penyakit. Jika tidak dikelola dengan baik, excreta sanggup mengakibatkan banyak sekali penyakit. Pengelolaan excreta sanggup dilakukan dengan menampung dan mengolahnya pada jamban atau septictank yang ada di sekitar kawasan tinggal, dialirkan ke kawasan pengelolaan, atau dilakukan secara kolektif.

Dalam meminimalisasi sampah hasil limbah rumah tangga khususnya, sanggup dilakukan upaya pengurangan sampah. Cara menangani limbah cair dan padat dibutuhkan tidak mengakibatkan polusi dengan prinsip ekologi yang dikenal dengan istilah 4R, yaitu recycle, reuse, reduce, dan repair.
  1. Recycle (Pendaurulangan). Proses recycle contohnya untuk sampah yang sanggup terurai dijadikan kompos. Kompos ini dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, sehingga sanggup diperoleh hasil yang baik. Cacing tanah sanggup menyuburkan tanah dan kompos dipakai untuk pupuk.
  2. Reuse (Penggunaan Ulang). Proses reuse dilakukan untuk sampah yang tidak sanggup terurai dan sanggup dimanfaatkan ulang. Misalnya botol bekas sirup sanggup dipakai lagi untuk menyimpan air minum.
  3. Reduce. Reduce ialah melaksanakan pengurangan bahan/penghematan. Contohnya kalau akan berbelanja ke pasar atau supermarket, sebaiknya dari rumah membawa tas. Janganlah meminta tas plastik dari toko atau supermarket kalau hasilnya hanya dibuang saja.
  4. Repair. Repair artinya melaksanakan pemeliharaan. Contohnya membuang sampah tidak sembarangan, terutama tidak membuang sampah di perairan.

Tidak ada komentar untuk "Faktor Penyebab Imbas Dan Penanggulangan Pencemaran Air"