Penggunaan Kata/Kalimat Pada Fabel

Selain dari segi struktur, fabel juga mempunyai karakteristik bahasa yang unik, yaitu penggunaan bahasa sehari-hari yang bersifat imajinatif atau khayalan.Bahasa sebagai alat, bahasa digunakan sebagai sarana komunikasi baik secara verbal maupun tulis. Salah satu fungsi bahasa yakni fungsi imajinatif. Fungsi imajinatif, yakni bahasa sanggup difungsikan untuk membuat dunia imajinasi. Fungsi ini biasanya untuk mengisahkan cerita·cerita, dongeng-dongeng, membacakan lelucon, atau menuliskan cerpen, novel, dan sebagainya.

Kata yakni satuan bahasa terkecil yang sanggup bangun sendiri. Kalimat yakni satuan bahasa yang mengandung pikiran lengkap. Sebuah kalimat paling kurang mengandung subjek dan predikat. Berikut disajikan ciri kebahasaan fabel.

1. Pilihan Kata atau Diksi pada Fabel
Menunjukkan latar dengan pilihan kata yang gampang diimajinasikan Untuk memperlihatkan latar, baik latar suasana, latar waktu, maupun latar kawasan diharapkan diksi yang tepat. Pemilihan diksi yang sempurna sanggup memudahkan pembaca mengimajinasikan latar. Berikut tumpuan diksi untuk memperlihatkan latar. Buatlah ibarat tumpuan pada tabel yang belum terisi!
Latar SuasanaLatar TempatLatar Waktu
Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagiTelaga tiga warna bak
pelangi
Kala itu, pada zaman dahulu
Sinar matahari memecut kulit meninggalkan warna kemerahan digunakan untuk suasana siangDi tengah hutan, di hutan belantaraDi siang hari yang terik, di malam yang syahdu, dll

2. Penggunaan Sinonim dan Antonim pada Fabel
Fabel memakai variasi kata untuk menggambarkan atau mendeskripsikan sifat. Baik sifat tokoh maupun sifat benda dan keadaan. Meskipun mempunyai arti yang sama, akan tetapi diksi atau pilihan kata yang sempurna untuk mendeskripsikan sifat tokoh sanggup mensugesti nilai rasa pada pembaca!
Kata sifat
Efek emosi lemahEfek emosi kuatEfek emosi lemahEfek emosi kuat
senangriang gembiratidak teraturberantakan
cekatantrengginas, mahirsedihmerana
rajinsungguh-sungguhcerobohgegabah, asal-asalan
sombongangkuh, pongahbaik budiberadab
hematsaksamaberhati muliatulus
jujurlurus hatipedulimengindahkan
malasberat tangansuka mengalahbertekuk lutut
pendendamdengkisabarkepala dingin
tinggi hatiangkuh, sombongrendah hatibersahaja
dermawankaya hatibersahajalugas, naif
tekungigih, kers haticerdasarif, bijaksana
licikculas, lancungserakahtamak, loba
jahilisengkikirbakhil,

3. Menelaah Penggunaan Kalimat Langsung
Kalimat eksklusif yakni kalimat yang diucapkan secara eksklusif kepada orang yang dituju. Kalimat eksklusif ditandai dengan pemakaian tanda petik (“ ... “). Ciri-ciri kalimat eksklusif antara lain :
  1. Menggunakan tanda petik
  2. Intonasi tinggi untuk tanda tanya, datar untuk kalimat berita, dan tanda seru dilagukan dengan intonasi perintah,
  3. Kata ganti orang pertama dan orang kedua.

Pengertian dan Ciri Kalimat Tidak Langsung
Kalimat tidak eksklusif yakni kalimat yang melaporkan atau memberitahukan perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita. Ciri-ciri kalimat tidak eksklusif antara lain :
  1. Tidak memakai tanda petik,
  2. Intonasi membacanya datar,
  3. Terdapat perubahan kata ganti orang.

Perubahan kata ganti
  1. Kata ganti orang ke-1 menjelma orang ke-3. “Saya”, “aku” menjadi “dia” atau “ia”
  2. Kata ganti orang ke-2 menjelma orang ke-1. “kamu” “Dia” menjadi “saya”atau nama orang
  3. Kata ganti orang ke-2 dan ke-1 jamak menjelma ”kami”, “kita” dan “mereka” “kalian” “kami” menjadi “ “mereka” “kami”

Cara Penulisan Kalimat Langsung
  1. Bagian kalimat eksklusif diapit oleh tanda petik dua (“) bukan petik satu (‘).
  2. Tanda petik epilog ditaruh setelah tanda baca yang mengakhiri kalimat petikan. Contoh: Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok.” (Benar). Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok”. (Salah)
  3. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma dan satu spasi apabila kepingan kalimat pengiring terletak sebelum kalimat petikan. Contoh: Ulu berkata, “ Biarlah saya bernyayi sendiri.”
  4. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda koma dan satu spasi apabila kepingan kalimat pengiring terletak setelah kalimat petikan. “Ulu, saya tidak suka dengan hujan,” kata Semut lirih.
  5. Jika ada 2 kalimat petikan, karakter awal pada kalimat petikan pertama memakai karakter kapital. Sedangkan pada kalimat petikan kedua memakai karakter kecil kecuali nama orang dan kata sapaan. Contoh “Coba saja minta sama ayah,” kata ibu, “dia niscaya akan memberikannya.”
  6. Tanda koma TIDAK digunakan untuk memisahkan petikan eksklusif dari kepingan lain yang mengiringinya dalam kalimat kalau petikan eksklusif itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.
4. Penulisan Kata Seru
Tanda koma digunakan untuk memisahkan kata seru ibarat o, ya, wah, aduh, kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat. contoh
  1. O, begitu?
  2. Wah, bukan main!
  3. Hati-hati, ya, nanti jatuh.

Kata yang Digunakan
Kelompokkan kata sambung dan kata depan yang banyak digunakan pada awal cerita, urutan insiden berikutnya, tamat cerita.

Hubungan Waktu
  1. Hubungan waktu yang menyatakan permulaan digunakan kata sejak, semenjak, dan sedari.
  2. Untuk menyatakan relasi waktu bersamaan digunakan kata waktu, sewaktu, tatkala, seraya, serta, selagi, sementara, selama, sambil, dan ketika.
  3. Untuk menyatakan relasi waktu berurutan digunakan kata sebelum, setelah, sesudah, seusai, begitu, sehabis.
  4. Untuk menyatakan relasi waktu batas tamat digunakan kata hingga , akhirnya, dan sampai.
  5. Konjungsi urutan yakni konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan klausa dengan klausa.
Penulisan
Dalam bahasa Indonesia, ada sejumlah kata (di antaranya kata penghubung intrakalimat) yang didahului tanda koma. Kata-kata itu didaftarkan berikut ini.
..., padahal ...
..., sedangkan ...
..., ibarat ...
..., tetapi ...
..., yaitu/yakni ...

Di bawah ini TIDAK perlu didahului koma. Kata-kata itu didaftarkan berikut ini.
... bahwa ...
... sebab ...
... maka ...
... sehingga ...

Perhatikan ragam kalimat eksklusif pada fabel berikut! Diskusikan ketepatan penulisannya. Kelompokkan kalimat eksklusif yang terdapat pada fabel Burung Kasuari yang Sombong dan Harusnya membuatkan dengan mengisi tabel berikut!
Kalimat langsung
dengan kalimat
pengiring sebelum
petikan
Kalimat langsung
dengan kalimat
pengiring setelah
petikan
Kalimat langsung
dengan kalimat
pengiring di tengah
petikan
Ulu kembali berseru, “Hujan telah tiba! Hujan telah tiba! Hai Ikan! Aku sangat suka dengan hujan, bagaimana denganmu?” Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada Ikan.“Ulu, saya tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa mungilnya tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam! Aku tidak sanggup berenang sepertimu, makanya saya berteduh,” sahut Semut.“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak
berupa berudu sudah sanggup berenang, masa kau tidak bisa?
Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu
menjulurkan kakinya,“dan tendang ke belakang ibarat ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.”
Melihat Burung Glatik dan anak-anaknya ibarat itu, membuat Burung Dara sangat marah, "Kasuari, sudah sangat keterlaluan,’’ Ujar Burung Dara marah."Kasuari, tolong turunlah dari pohon itu sebentar saja. Kami akan mengambil buah-buahan. Namun, terhalang oleh sayapmu yang besar itu.’’ Ujar Burung Jalak."Sekarang, saya yang akan mematahkan sayapmu.’’Dengan sekuat tenaga Burung Dara pun mematahkan kedua sayap Kasuari yang besar itu. Setelah itu, ia pun terbang dan perputar mengitari kepala Kasuari,"Ternyata, sayapmu sangat lemah. Sekarang, sayapmu sudah patah. Kau tidak sanggup terbang lagi. Bahkan untuk menyombongkan dirimu pun kini tidak bisa.’’ Ujar Burung Dara senang.
 fabel juga mempunyai karakteristik bahasa yang unik Penggunaan Kata/Kalimat pada Fabel
Tulislah B kalau penulisan kalimat eksklusif benar dan S penulisan kalimat eksklusif salah! Tulislah alasanmu yang sesuai pada baris berikutnya!
  1. “Ulu, saya tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa mungilnya tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam! Aku tidak sanggup berenang sepertimu, makanya saya berteduh,” sahut Semut. (BENAR ). Alasan : Kalimat eksklusif dengan kalimat pengiring setelah petikan lengkap pada awal dan tamat kalimat langsung.
  2. Ulu kembali berseru, “Hujan telah tiba! Hujan telah tiba! Hai Ikan! Aku sangat suka dengan hujan, bagaimana denganmu? Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara kepada Ikan yang sedang berenang didalam kolam. ( SALAH ) Alasan : Kalimat eksklusif dengan kalimat pengiring sebelum petikan tidak lengkap. Hanya pada awal kalimat langsung, tetapi tidak ada pada tamat kalimat langsung.
  3. “Apa yang kau maksud Burung? Tentu saja saya tidak bisa!” Ulu cemberut dan menatap kearah dua kakinya. (BENAR ). Alasan : Kalimat eksklusif dengan kalimat pengiring setelah petikan lengkap pada awal dan tamat kalimat langsung.
  4. “Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! “ kata Semut ( BENAR ). Alasan : Kalimat eksklusif dengan kalimat pengiring setelah petikan lengkap pada awal dan tamat kalimat langsung
  5. “Aku semenjak berupa berudu sudah sanggup berenang “ kata Ulu. ( SALAH). Alasan : Kalimat eksklusif dengan kalimat pengiring setelah petikan lengkap pada awal dan tamat kalimat langsung, tetapi kurang tanda koma sebagai tamat dari kalimat eksklusif di atas yang berupa pernyataan.
  6. masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “ dan tendang ke belakang ibarat ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut. ( SALAH ). Alasan : Kalimat eksklusif dengan kalimat pengiring di tengah petikan tidak lengkap, sebab pada awal kalimat eksklusif tidak ada tanda petik pembuka kalimat eksklusif dan tidak memakai karakter kapital.

5. Penggunaan kata sandang si dan sang pada fabel
Selain itu, dalam fabel juga sering memakai kata sandang si dan sang. Kata sandang merupakan sejenis kata penentu atau pembatas yang letaknya di depan kata benda atau kata sifat. Kata sandang tidak mempunyai makna tersendiri.

Makna atau arti kata sandang bergabung dengan kata yang berada di belakangnya. Kata sandang yang masih digunakan dalam Bahasa Indonesia, misalnya: si dan sang. Walaupun kata sandang tidak mempunyai arti dan tidak sanggup bangun sendiri, kata sandang mempunyai fungsi penting memilih makna dalam kalimat.

Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan karakter kecil, bukan karakter kapital. Perhatikan tumpuan penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan tumpuan berikut ini.
  1. “Bagaimana caranya biar si kecil rajin belajar?” tanya ibu.
  2. Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, yakni pembantu di pasar.

Kata kecil pada kalimat 1) ditulis dengan karakter kecil sebab bukan merupakan nama. Pada kalimat 2) Kecil ditulis dengan karakter kapital sebab dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan. Pada fabel nama binatang biasanya digunakan sebagai nama tokoh sehingga ditulis dengan karakter besar.

6. Penggunaan Kata Depan pada Fabel
Dalam teks kisah fabel biasanya juga digunakan kata keterangan kawasan dan kata keterangan waktu dirangkai dengan kata depan. Penulisan kata depan dipisah dengan kata yang mengikutinya. Contoh penggunaan kata depan yang sesuai dengan kaidah.

Latihan
Tulislah B penulisan sempurna dan tulislah S kalau salah
  1. Di dalam hutan terlalu gelap, sebab pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. (B)
  2. Namun tidak ibarat biasanya yang tenang, ketika ini pasukan Semut Merah telah bersiap siaga pada posisi mereka masing-masing. (S) seharusnya di.
  3. Ketika Gajah memasuki areal perkampungan Semut Merah, dengan cepat dan sigap para pasukan Semut Merah yang telah bersiap dari posisinya eksklusif menyerang Gajah. (S) seharusnya di (kata depan "di" yakni penanda relasi tempat, sedangkan "pada" yakni penanda relasi waktu).
  4. Suara jeritan sang gajah terdengar ke seluruh penjuru hutan dan mengganggu kegiatan hewan-hewan lain yang tinggal di hutan. (B)
  5. Pada keesokkan harinya Gajah tiba lagi dan ibarat biasa ia akan melewati rumah-rumah semut merah. (B)

Tidak ada komentar untuk "Penggunaan Kata/Kalimat Pada Fabel"