Menelaah Struktur Teks Fabel

Fabel yakni dongeng fiksi berupa dongeng yang menggambarkan kecerdikan pekerti insan yang diibaratkan pada binantang. Karakter binatang dalam dongeng fabel dianggap mewakili aksara insan dan diceritakan bisa bertindak mirip insan tetapi tidak menghilangkan aksara binatangnya. Struktur teks yakni bagian-bagian sebuah teks yang mencirikan suatu teks. Bagian-bagian itu menjabarkan ciri bagain awal, inti, dan epilog teks dalam fungsi komunikasi tertentu

1. Menelaah Struktur Fabel
Fabel merupakan dongeng yang menggambarkan tabiat dan kecerdikan insan yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan kecerdikan pekerti). Fabel ini mempunyai empat bab dalam strukturnya. Keempat bab tersebut yakni sebagai berikut.
  1. Orientasi merupakan bab awal dari suatu dongeng yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat, dan waktu.
  2. Komplikasi merupakan konflik atau permasalahan antara satu dengan tokoh yang lain. Komplikasi menuju klimaks.
  3. Resolusi merupakan bab fabel yang berisi pemecahan masalah.
  4. Koda (boleh ada boleh tidak) yakni bab terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang sanggup dipetik dari dongeng tersebut.

Perhatikan pola dan pengidentifikasian struktur fabel di bawah ini!
Gajah yang Baik Hati
StrukturKalimat
OrientasiSiang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan. Dia berjalanjalan mencari air.
KomplikasiDi tengah perjalanan beliau melihat kolam dengan air yang sangat jernih. Tanpa pikir panjang beliau pribadi terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, beliau tidak berpikir bagaimana cara ia naik ke atas. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa hingga ke atas.

Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh Si Gajah yang kebetulan melewati daerah itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’
Fabel yakni  dongeng  fiksi berupa  dongeng  yang menggambarkan  kecerdikan pekerti  insan  ya Menelaah Struktur Teks Fabel

‘’Aku.. si Kancil sahabatmu.’’

Kancil melongo sesaat mencari nalar semoga Gajah mau menolongnya.

‘’Tolong saya mengangkat ikan ini.’’

“Yang benar kau mendapat ikan?’’

‘’Bener..benar! Aku mendapat ikan yang sangat besar.’’

Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan gampang tetapi bagaimana kalau naiknya nanti.

‘’Kau mau memanfaatkanku, ya Cil?’’ Kau akan menipuku untuk kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah. Kancil hanya terdiam.

‘’Sekali-kali kau harus diberi pelajaran,’’ kata Gajah sambil meninggalkan daerah itu. Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus asa. Semakin usang berada di daerah itu Kancil mulai merasa kedinginan. Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar teriakannya.

‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di daerah ini.’’ Dia berpikir apa ini eksekusi alam lantaran beliau sering menjaili teman-temannya.
ResolusiTidak lama, tiba-tiba Gajah muncul lagi. Kancil meminta tolong kembali.

“Bagaimana Cil?”

“Tolong aku, saya berjanji tidak akan iseng lagi”

“Janji?” gajah menekankan.

‘’Sekarang apakah kau sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan yang merugikan binatang lain?’’

‘’Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ Gajah menjulurkan belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. Begitu hingga di atas Kancil berkata.

‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan kebaikanmu ini.’’
KodaSejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi berbuat iseng mirip yang pernah ia lakukan pada beruang dan binatangbinatang yang lainya.

Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka. Jika kita hari-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan orang lain

Mendiskusikan Ciri Bagian-bagian Fabel
Diskusikan hal-hal berikut!
a) apa ciri orientasi?
b) apa ciri komplikasi?
c) apa ciri resolusi?
d) apa ciri koda?
StrukturCiri
OrientasiCiri isi :
Pengenalan tokoh, latar, tabiat tokoh, dan konflik
KomplikasiCiri isi
  1. Hubungan alasannya yakni tanggapan sehingga muncul problem hingga problem itu memuncak.
  2. Komplikasi dimulai dari munculnya problem sehingga problem mencapai komplikasi/ klimak (masalah memuncak)
ResolusiCiri isi
Penyelesaian masalah
KodaCiri isi
Nilai moral yang diungkapkan pengarang secara impisit pada simpulan cerita

2. Menelaah Variasi Pengungkapan Struktur Fabel
StrukturCiri
OrientasiDiawali dengan deskripsi latar :
Pagi itu sang mentari menampakkan diri dengan senyum terindahnya. Nuri bersama sahabat-sahabatnya bernyanyi riang. Sementara Katak Putih bertepuk tangan dengan ceria. Sudah populer di seluruh hutan bahwa si Nuri dan si Katak Putih akrab karib. Saling menopang dan saling menolong dalam suka dan duka.

Suatu ketika terjadilah keadaan yang sangat mengejutkan. Tiba-tiba .....

Diawali dengan latar dan acara tokoh :
Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.

Diawali dengan latar di masa kemudian :
Pada zaman dahulu, hiduplah sekelompok gajah raksasa. Pada siang terik itu Gajah bersama teman-temannya berjalan tegap ke arah perkampungan Semut. Panas terik tak dihiraukan. Mereka tetap berjalan sambil bercanda ria.
Bagian Orientasi :
Ciri isi :
Berisi pengenalan daerah terjadinya cerita, pengenalan tokoh

Ciri bahasa :
Berisikata keterangan tempat/ waktu di sebuah hutan, pada suatu hari, di sebuah kerajaan.
    KomplikasiDiawali dengan konflik batin
    Semakin usang Kura-kura merasa hidupnya tidak berkhasiat lagi. Dia merasa hanya bisa merepotkan teman-temannya.

    Diawali dengan konflik fisik
    Ketika Gajah memasuki areal perkampungan Semut Merah, tanpa diduga pasukan Semut Merah tiba-tiba menyerangnya. Semut menuduh Gajah melaksanakan penghancuran perkampungannya. Gajah mengelak dan mencoba menjelaskan. Akan tetapi Semut terus menyerang pendengaran Gajah.

    Diawali dengan perubahan latar dan kejadian tidak mengenakkan tokoh
    Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Ternyata semua keadaan tak ada yang abadi. Persahabatan Gajah dan Semut dilanda perpecahan. Semut mulai mengkhianati persahabatan itu.
    Bagian Komplikasi :
    Ciri isi :
    Berisi  berisi awal terjadinya problem atau konflik/ada perubahan/ada kejutan

    Ciri bahasa :
    Berisi kata mirip tiba-tiba, tanpa diduga
    ResolusiDiawali dengan meredanya konflik
    Akhirnya, problem menjadi jelas. Tak ada salah paham lagi di antara kelompok Gajah dan Semut.

    Diawali dengan obrolan yang mengambarkan amannya keadaan
    “Ayo cepat Ci…” dengan rasa kebersamaan mereka pun balasannya selamat.

    Contoh 3
    Kesabarannya menghadapi Kasuari yang sombong itu sudah habis. Dipatahkanlah sayap Kasuari. Kasuari tetap mencoba terbang meski terasa lemas. Semakin beliau mencoba, semakin sakit dan lemaslah tubuhnya. Dia sangat kesakitan ketika menggerakkan sayapnya.

    Contoh 4
    Ketegangan memuncak Keadaan tak sanggup dikendalikan lagi. Pertengkaran semakin menjadi dan kondisi hutan terbakar habis.
    Bagian Resolusi :
    Ciri isi:
    1. Menyatakan pemecahan problem atau kondisi simpulan peristiwa
    2. Akibat dari semua sikap tokoh
    3. Ganjaran yang diterima tokoh
    4. Perubahan tabiat tokoh menjadi baik
    Ciri bahasa :
    Berisi kata : beliau menyadari , akhirnya,, dengan kejadian tersebut,
    KodaPernyataan penulis wacana pelajaran dari dongeng fabel
    Kejahatan akan selalu dikalahkan oleh kebaikan. Apapun yang berbuat jahat akan dikalahkan oleh perbuatan baik

    Pelajaran yang sanggup kita ambil dari dongeng itu yakni ekspresi kita tidak boleh berbicara yang menyinggung kekurangan orang lain. Tuhan membuat mahluknya dengan keistimewaan sendiri-sendiri.
    Bagian Koda :
    Ciri isi:
    Berupa kesimpulan, pesan atau amanat dari penulis

    Ciri Bahasa :
    Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik.
    Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak.

    3. Mencermati Variasi Pengembangan Watak Tokoh
    Contoh 1: deskripsi fisik tokoh
    Farni yakni kelinci yang lucu. Bulunya putih kolam mutiar. Matanya sebening air danau. Jika ia makan, bibir merahnya yang anggun akan bergerak indah. Kecantikan Farni tidak diragukan lagi di hutan Ambarata.

    Contoh 2: acara tokoh
    Singa mengaum memperlihatkan tarinya yang putih dan tajam. Ia menggarukgaruk tanah mengambarkan amarahnya sedang memuncak. Bulu yang ada di sekitar kepalanya bergoyang seram. Semua binatang di hutan bergidik ketakutan.

    Contoh 3: obrolan tokoh dengan diri sendiri
    “Ah… camilan manis ini niscaya nikmat sekali apalagi kalau ku makan sendiri tanpa mengembangkan dengan mereka”. Gumamnya dalam hati.

    Contoh 4: obrolan dengan tokoh lain
    “Ah… kau tidak bisa terbang lantaran kakimu kecil, kalau kakiku tepat bisa mellompat kemana-mana, kata Katak pada Semut.

    “Jangan menghina Katak, Tuhan menawarkan kita kelebihan masingmasing,” Burung bersuara dengan nada lembut.

    Tokoh merupakan individu rekaan yang mengalami aneka macam kejadian dongeng dan berfungsi sebagai pelopor cerita. Tokoh yakni orang yang mengambil bab dan mengalami peristiwa, sebagaimana kejadian yang digambarkan dalam sebuah alur. Dari pengertian tersebut, peranan tokoh sangat kuat dalam perjalanan kejadian dalam karya fiksi. Ada beberapa pola pengembangan tokoh fabel yaitu :
    1. Deskripsi fisik tokoh
    2. Kegiatan yang dilakukan tokoh
    3. Dialog tokoh dengan diri sendiri
    4. Dialog tokoh dengan tokoh lainnya dalam fabel
    4. Mencermati Pola Pengembangan Judul
    Amati pola judul fabel berikut.
    1. Contoh 1: judul berasal dari nama tokoh pola : Cici dan Serigala, Kancil dan Tikus
    2. Contoh 2: judul dikembangkan menurut sifat tokoh pola : Tikus Yang Baik Hati, Gajah Penolong, Merak Yang Pemurah
    3. Contoh 3 judul diambil dari tema pola : Semua Istimewa

    5. Menentukan Struktur Fabel
    a) Urutkanlah kejadian fabel di atas ke dalam tabel struktur berikut ini!
    Kuda Berkulit Harimau
    StrukturKalimat
    OrientasiSeekor kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat. Kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu. Dia tampak bangga lantaran tidak ada petani gandum yang menjaga ladangnya.
    KomplikasiKetika beliau menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu. “Itu mirip kulit harimau,” gumam kuda itu. Kuda itu kemudian mendekatinya dan ternyata memang benar apa yang dilihatnya yakni kulit harimau yang tak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu harimau. Kuda itu mencoba menggunakan kulit harimau itu, “Wah, kebetulan sekali, kulit harimau ini sangat pas di tubuhku. Apa yang akan kulakukan dengannya ya?”

    Terlintaslah di benak kuda itu untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melewati dirinya. “Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya?” tanya kuda dalam hati sambil mencari daerah yang cocok. Akhirnya, beliau menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi, kemudian masuk ke dalamnya dengan menggunakan kulit harimau. Tak usang kemudian, beberapa domba gunung berjalan ke arahnya. Kuda itu menggumam bahwa domba-domba itu cocok dijadikan target empuk kejahilannya.

    Ketika domba-domba itu melewatinya, kuda itu meloncat ke arah mereka sehingga sontak domba-domba itu kalang-kabut melarikan diri. Mereka takut dengan kulit harimau yang dikenakan kuda itu. “Tolong, ada harimau! Lari, cepat lari!” teriak salah satu domba. Kuda itu tertawa terbahak-bahak melihat domba-domba itu pontang-panting berlari.

    Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak. Dia menunggu binatang lain tiba melewati semak-semak itu. “Ah, ada tapir menuju kemari, tapi lambat betul geraknya. Biarlah, saya jadi bisa lebih usang berkemas-kemas melompat!” kata kuda itu dalam hati. Tibalah ketika kuda itu meloncat ke arah tapir itu, ia terkejut dan lari tunggang-langgang menjauhi kuda yang menggunakan kulit harimau itu. Kuda itu kembali ke semak-semak sambil bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya.
    ResolusiKali ini, kuda itu menunggu lebih usang dari biasanya, tetapi hal itu tidak membuatnya bosan. Tiba-tiba, seekor kucing hutan berlari sambil membawa seekor tikus di mulutnya. Kucing itu tidak melewati semaksemak, kucing hutan itu duduk menyantap tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar. “Ah, ternyata kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Biarlah saya membuatnya kaget di sana,” kata kuda itu dalam hati. Kuda itu pun keluar dari semak-semak dan berjalan hati-hati mendekati kucing hutan. Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan kucing hutan, kuda itu mengaum mirip halnya seekor harimau, tetapi rupanya beliau tidak sadar bahwa bukannya mengaum, beliau malah meringkik. Mendengar bunyi itu, kucing hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor kuda berkulit harimau. Sesaat, kucing hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak sembari berkata, “Saat saya melihatmu menggunakan kulit harimau itu, saya niscaya akan lari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan kuda, jadi saya tidak takut, hahaha!” Kucing hutan itu juga berkata kepada kuda bahwa hingga kapan pun, bunyi ringkiknya tidak akan bisa berubah jadi auman.
    KodaKuda berkulit harimau itu melambangkan bahwa sepandai-pandainya orang berpura-pura, suatu ketika akan terbongkar juga kepura-puraannya itu. Kejujuran merupakan sikap yang paling indah di dunia ini.

    b) Tentukan tokoh dan penokohan tokoh fabel yang telah kalian baca beserta alasan dan pembuktiannya dalam tabel berikut ini!
    TokohWatakCara pengembangan
    watak
    Bukti
    KudaSuka berpura-pura dan jahilTingkah laris tokohKulit harimau ditinggalkan oleh para pemburu harimau digunakan oleh kuda untuk menakuti binatang-binatang hutan.

    Kuda itu menggumam bahwa domba-domba itu cocok dijadikan target empuk kejahilannya.
    DombaPenakutTingkah laris tokohMereka takut dengan kulit harimau yang dikenakan kuda itu. “Tolong, ada harimau! Lari, cepat lari!” teriak salah satu domba. 
    TapirPenakutTingkah laris tokohTibalah ketika kuda itu meloncat ke arah tapir itu, ia terkejut dan lari tunggang-langgang menjauhi kuda yang menggunakan kulit harimau itu.
    Kucing HutanPemberaniTingkah laris tokoh“Saat saya melihatmu menggunakan kulit harimau itu, saya niscaya akan lari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan kuda, jadi saya tidak takut, hahaha!” 

    Tuliskan hasil telaahmu wacana struktur teks dengan cara melengkapi paparan berikut!

    1. Teks fabel di atas sudah berisi struktur fabel secara lengkap. Pada awal dongeng terdapat orientasi yaitu ada pengenalan tokoh dengan latar kejadiannya.
    2. Bagian komplikasi pada fabel tersebut berupa kejadian kuda menakuti domba dan tapir sehingga mereka lari ketakutan
    3. Bagian resolusi pada fabel berupa kuda yang terkana ulahnya sendiri. Ketika menakut-nakuti kucing hutan ia lupa menggunakan bunyi harimau sehingga yang keluar yakni bunyi ringkikan kuda.
    4. Bagian koda pada fabel tersebut berupa pesan dari penulis bahwa sepandai-pandainya orang berpura-pura, suatu ketika akan terbongkar juga kepura-puraannya itu. Kejujuran merupakan sikap yang paling indah di dunia ini.

    Tidak ada komentar untuk "Menelaah Struktur Teks Fabel"