Perkembangan Islam Di Benua Eropa

Islam mempunyai sejarah tersendiri di benua yang sering disebut dengan benua biru ini. Sepuluh kala yang lalu, islam yakni agama yang berjaya dibeberapa wilayah eropa terutama Spanyol dan pemerintahan islam banyak membawa kemajuan di benua tersebut meskipun hal ini bertolak belakang dengan keadaan islam di Eropa ketika ini.

Pada masa pemerintahan Bani Umayah di Damaskus, Andalusia dipimpin oleh Amir (gubernur) di antaranya oleh putra Musa sendiri, yaitu Abdul Aziz. Runtuhnya kebesaran Bani Umayah di Damaskus dengan berdirinya daulah Bani Abbasyah di bawah pimpinan Abdul Abbas As Safah (penumpah darah) yang berpusat di Baghdad, yang menimbulkan seluruh keluarga Kerajaan Bani Umayah ditumpas.

Namun, salah seorang keturunan dari Bani Umayah, yaitu Abdur Rahman berhasil melarikan diri dan menyusup ke Spanyol. Di sana dia mendirikan Kerajaan Bani Umayah yang bisa bertahan semenjak tahun 193-458 H (756-1065 M).

A. Andalusia (Spanyol)
Keberadaan kerajaan Islam di Spanyol merupakan mediator sekaligus obor kebudayaan dan peradaban. Ilmu pengetahuan kuno dan filsafat ditemukan kembali. Di samping itu, Spanyol menjadi pusat kebudayaan, alasannya banyaknya para sarjana dan mahasiswa dari banyak sekali pelosok dunia berkumpul menuntut ilmu di Granada, Cordova, Seville, dan Toledo.

Di kota-kota tersebut banyak terlahir ilmuwan terkemuka, ibarat Abdur Rabbi (sastrawan terkemuka), Ali ibnu Hazm (penulis 400 jilid buku sejarah, agama, logika, adat istiadat), Al Khatib (ahli sejarah), Ibnu Khaldun (ahli filsafat yang populer dengan bukunya “Muqaddimah”), Al Bakri dan Al Idrisi (ahli ilmu bumi), dan Ibnu Batuta (pengembara populer yang menjelajahi negeri-negeri Islam di dunia).

Kemudian lahir pula spesialis filsafat yang lain, yakni Solomon bin Gabirol, Abu Bakar Muhammad, Ibnu Bajjah (ahli filsafat kala ke-12 pentafsir karya-karya Aristoteles), dan Ibnu Rusyd (ahli bintang, sekaligus seorang dokter dan hebat filsafat). Adapun pertolongan utama Ibnu Rusyd di bidang pengobatan ialah buku ensiklopedi dengan judul Al Kuliyat fit At Tibb, serta buku filsafat Thahafut At Tahafut.

Berakhirnya kekuasaan Bani Umayah di Spanyol di bawah kekuasaan Khalifah Sulaiman, diganti oleh dinasti-dinasti Islam kecil, ibarat Al- Murabithin, Al-Muhades (Muwahidun), dan kerajaan Bani Ahmar. Setelah delapan kala umat Islam menguasai Andalusia pada tahun 898 H (1492 M). Raja Abdullah menyerahkan kunci kota Granada kepada Ferdinand pemimpin kaum Salib, yang selanjutnya ia menduduki istana Al Hambra.

Di Spanyol atau Andalusia pada tahun 1975 sekelompok cowok masuk Islam, mereka mendirikan masyarakat muslim di Cordova. Kemudian pada tahun 1978 mereka sanggup melakukan Shalat Idul Adha di Kathedral (bekas masjid) sehabis memohon izin Uskup Cordoba Monseigneur Infantes Floredo. Di sana terdapat madrasah yang dikelola Dr. Umar Faruq Abdullah yang mengajar bahasa Arab, ilmu al-Qurān, tafsir, fiqih, hadis dan lain sebagainya.

B. Russia
Rusia jatuh ke tangan Islam di bawah pimpinan panglima Qutaibah bin Muslim pada masa Khalifah Walid bin Abdul Malik hingga permulaan Khalifah Sulaiman. Karena akal Qutaibah, maka banyak penduduk negeri itu masuk agama Islam.

Qutaibah berhasil mendirikan masjid besar di Bukhara yang dinamakan Jami Qutaibah. Ia mengirim para hebat fiqih ke rumah-rumah rakyat untuk mengajarkan pedoman Islam, dan membolehkan menerjemahkan al-Qurān ke dalam bahasa yang dikenal di daerah tersebut.

Keberadaan pemerintahannya yang berpaham komunis yang anti Islam, cukup menjadi kendala bagi perkembangan Islam di Rusia. Chechnya yakni salah satu korban keganasan tentara Rusia. Chechnya merupakan negara kecil di daerah Kaukasus Rusia yang berpenduduk 1,5 juta dan dominan beragama Islam.

Pasca runtuhnya rezim Bolshevik yang anti-agama pada 1991, umat Islam Rusia bangun lagi. Kebangkitan umat Islam di Rusia terlihat dari tingginya isu terkini menunaikan haji dan umrah, minat mempelajari al-Qurān, serta peningkatan jumlah jemaah dan masjid.

Diperkirakan sebanyak 7.000 masjid berdiri di seluruh Rusia, sementara ketika komunis tumbang hanya ada 100 masjid. Moskwa, dengan sekitar 2,5 juta muslim, menjadikannya sebagai kota dengan penduduk muslim terbesar di Eropa. Saat ini diperkirakan 18 persen dari total penduduk atau 25 juta warga Rusia memeluk agama Islam.

C. Inggris
Inggris termasuk salah satu negara yang cukup elok perkembangan Islamnya. Hal ini didukung dengan pemindahan Universitas Islam Toledo di Spanyol ke Inggris. Sejak itu Inggris mempunyai Universitas Cambridge dan Oxford. Beberapa organisasi Islam yang ada di Inggris adalah:
  1. The Islamic Council of Europe (Majlis Islam Eropa) berfungsi sebagai pengawas kebudayaan Eropa.
  2. The Union of Moslem Organization (Persatuan Organisasi Islam Inggris).
  3. The Asociation of British Moslems (Perhimpunan Muslim Inggris).
  4. Islamic Fondation dan Moslem Institute. Keduanya bergerak di bidang penelitian, beranggotakan orang-orang Inggris dan imigran.
Islam mempunyai sejarah tersendiri di benua yang sering disebut dengan benua biru ini Perkembangan Islam di Benua Eropa
Di pusat kota London dibangun Central Mosque (Masjid Agung) yang selesai pembangunannya pada tahun 1977 terletak di Regents Park, dan bisa menampung 4000 jamaah. Pemeluk agama Islam di sini selain bangsa Inggris sendiri juga imigran Arab, Turki, Mesir, Cyprus, Yaman, Malaysia dan lain-lain yang jumlahnya ± 1 ½ juta orang (menurut catatan The Union of Moslem Organization), dan di sini agama Islam merupakan agama nomor dua sehabis Kristen.

Al-Quran pertama kali diperkenalkan di Inggris oleh Robert Katton yang ditejemahkan ke dalam bahasa latin. Kemudian kamus Arab-Inggris pertama disusun sarjana Inggris E.W.Lanes. Di negeri ini juga pada tahun 1985 muncul seorang walikota muslim yang berjulukan Muhammad Ajeeb di Stradford Inggris. Dan semenjak itu, masyarakat muslim dan mahasiswa Universitas Oxford mendirikan “Pusat Kajian Islam”

C. Belanda
Dalam banyak sekali catatan, Islam pertama kali masuk ke Belanda terjadi sekitar pertengahan kala ke-20. Ketika itu, terjadi gelombang migrasi yang melibatkan kaum muslim ke negeri Belanda. Beberapa diantaranya tiba dari Indonesia sebagai negara jajahan Belanda ketika itu.

Populasi muslim juga tiba dari Suriname, yang juga merupakan jajahan Belanda. Sejak sekitar pertengahan tahun 1960-an terjadi migrasi tenaga kerja dari negara tersebut, yang jumlahnya mencapai 5.500 orang pada tahun 1970. Jumlah ini terus mengalami kenaikan yang puncaknya pada 1975, mencapai 36.000 orang. Hal ini dikaitkan dengan kemerdekaan Suriname pada ketika itu.

Selain itu, Islam sangat banyak berdatangan dari Turki dan Maroko, ketika pada 1964 yang dimaksudkan untuk meningkatkan tenaga kerja, Belanda menciptakan perjanjian bilateral dengan negara-negara Eropa termasuk Turki.

Jumlah Masjid di Belanda bahwasanya cukup banyak. Tercatat sekitar 300 masjid yang ada di negara tersebut. Sebagian lain menyebutkan Setidaknya ada 400-500 tempat ibadah Muslim di Belanda. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya masjid Turki dan sekitar 90 masjid Maroko.

Sebagian besar organisasi Islam di Belanda didirikan berdasarkan garis etnis kaumnya. Dari sekian banyak, organisasi muslim Turki-lah yang paling berkembang. Misalnya yakni Turks-Islamtische Culturele Federatie (TIFC) atau federasi kebudayaan Islam Turki yang berdiri tahun 1979, telah sanggup menaungi sekitar 78 asosiasi dan organisasi pada tahun 80-an.

Pada kepingan lain, komunitas muslim asal Suriname tergabung dalam organisasi Stichting Weljizn voor Moslims in Nederland (yayasan untuk kesejahteraan kaum muslim di Belanda). Bentuk organisasi ini hampir ibarat dengan model organisasi Islam di Asia Selatan. Pusatnya di Masjid Thaibah, Amsterdam dan memayungi sekitar 10 masjid di kota-kota besar.

D. Italia
Menurut sejarah, Islam masuk di Italia semenjak kala ke 8 di bawah pemerintahan Dinasti Aglabiah dan mengakibatkan Palermo sebagai ibu kota Arab di pulau itu. Pada awal kala ke-11, umat muslim menjadi setengah populasi di daerah Sicilia dengan bangsa Arab mendominasi utara pulau di sekitar Palermo.

Di selesai kala ke-20 Islam mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 2005 jumlah muslim di Italia diperkirakan antara 960.000 hingga 1.030.000 jiwa. Sehingga menciptakan media Italia mulai memberi perhatian pada populasi muslim.

Keberadaan umat muslim ketika ini 1,4 persen dari populasi Italia sekaligus menjadi agama kedua sehabis agama Katolik. Hanya dalam beberapa tahun saja jumlah pemeluk Islam di Italia meningkat. Sebagian besar dari mereka yakni imigran asal Afrika utara, Albania, Bosnia, Turki, Arab dan dari negara Islam lainnya. Kebanyakan tinggal di pulau Sicilia, Roma, Milan, Turin dan kota-kota besar lainnya.

Organisasi Islam bermunculan dengan sekolahnya, dan toko makanan halal mulai banyak berdiri. Jumlah Masjid bertambah dari 16 menjadi 400 buah lebih hanya dalam jangka waktu 16 tahun.

Salah satunya Masjid yang berada di Kota Milan. Masjid Segrate (Italia : Moschea di Segrate) ini juga dikenal sebagai Masjid Ar-Rahmān atau Masjid Penyayang yang terletak di perbatasan pinggiran Milano Due .

Masjid ini merupakan Masjid pertama dengan kubah dan menara yang akan dibangun di Italia sehabis pembongkaran terakhir di Lucera pada tahun 1300 silam. Masjid ini dibuka pada 28 Mei 1988, dan semenjak itu menjadi Masjid terpenting di Milan dan menjadikannya Masjid paling penting di Italia sehabis Masjid Roma .

Masjid ini juga menjadi “Pusat Muslim untuk Milan dan Lombardy”, yang menerbitkan salah satu majalah Muslim paling penting di Italia, “Il messaggero dell’Islam” (The Messenger of Islam).

E. Belgia
Muslim pertama yang tiba ke Belgia diperkirakan ada sehabis Perang Dunia II. Karena perkembangannya yang cukup baik, Mukhtar Islam Eropa pun sempat digelar di Brussel, ibukota Belgia pada tahun 1980.

Pihak kerajaan secara resmi mengakui keberadaan agama Islam dengan menciptakan sejumlah kebijakan. Beberapa diantaranya diantaranya seperti:
  1. Pertama, Islam sebagai salah satu bidang studi resmi yang diajarkan di sekolah-sekolah milik Pemerintah Belgia. Adapun Pendidikan Agama Islam yang masuk kurikulum adalah: Alquran, Bahasa Arab, dan Ilmu Agama Islam. Kurikulum tersebut berlaku bagi pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA.
  2. Kedua, pihak pemerintah berkewajiban menyiapkan dana dan tenaga pengajar Agama Islam pada setiap sekolah yang ada pelajar muslimnya.
  3. Ketiga, kaum muslimin diperbolehkan membangun tempat peribadatan berupa masjid, mushalla atau Islamic Centre. Jumlah masjid dan Islamic Centre yang bertebaran di banyak sekali kota di Belgia sekitar 300 buah (di kota Broxelle saja terdapat 40 buah masjid, musolla dan Islamic Centre).
  4. Keempat, kaum muslimah diperbolehkan memakai foto berjilbab pada kartu tanda pendudu (ktp), passport dan surat surat resmi lainnya. 
  5. Kelima, kaum muslimin dibenarkan melakukan pemakaman mayat secara Islam. Namun, hingga kini belum disediakan tanah khusus buat pekuburan Islam. Aki

Sensus tahun 1989 menyebutkan, jumlah kaum Muslimin Belgia mencapai 234.815 jiwa. Pada tahun 1998, angkanya telah meningkat pesat hingga menjadi 350 ribu jiwa. Kemudian, seiring berjalannya waktu, kini muslim yang bermukim di Belgia diperkirakan mencapai 628.751 jiwa. Angka ini pun diyakini akan terus bertambah.

Ada sejumlah yayasan sosial dan forum keislaman atau oganisasi-organisasi pelajar dan mahasiswa yang populer di Belgia. Beberapa diantaraya ibarat Persatuan Pelajar dan Pemuda Muslim Eropa, Persatuan Pelajar Muslim Eropa (Muslim Student Union), Jamaah Dakwah dan Tabligh, Haiatul Igostah Al-Islamiyah (Islamic Relief Organisation), Islamic Centre Brussel, Lembaga Para Imam Mesjid (Dibawah naungan Rabitah Alam Islamy), dan Persatuan Mesjid Belgia.

Saat ini Belgia mempunyai sekitar 300 masjid, mushala maupun pusat keislaman. Dalam hal ini pemerintah tidak menghalangi umat beragama, termasuk muslim, untuk membangun tempat beribadah atau sarana lainnya.

F. Austria
Sejarah Islam di Austria terbilang cukup panjang, semenjak tahun 1525 ketika sultan Ottoman mencoba menyerang kekaisaran Austria. Meskipun usaha ini gagal, Islam menghipnotis budaya Austria secara signifikan, dan banyak orang Austria masuk Islam.

Dalam sejarah modern, imigrasi ke Austria, terutama dari Turki dan negara-negara Eropa Timur, meningkat sehabis konferensi Berlin 1878, yang mengasimilasi populasi Islam ke Kekaisaran Austria-Hungaria

Austria mempunyai populasi penduduk sekitar delapan juta orang. Dari total populasi itu, 4,22 persen diantaranya memeluk agama Islam. Kebanyakan Muslim tiba ke Austria sehabis tahun 1960 sebagai "pekerja tamu" dari Turki, Bosnia dan Herzegovina dan Serbia. Ada juga orang yang berasal dari keturunan Arab dan Pakistan.

Paling tidak terdapat 8-9 masjid menghiasi kota Wina. Salah satu masjid yang paling tersohor yakni Masjid Islamic Centre Wina, Austria. Masjid Islamic Center Wina dibangun selama kurun waktu tahun 1975 hingga 1979 dengan dana pertolongan dari Raja Saudi Arabia waktu itu Faisal Bin Abdul Aziz. Di kota Wina juga terdapat Masjid As-Salam Wapena yang didirikan oleh muslim Indonesia di kota Wina.

Komunitas Islam resmi di Austria yaitu Islamische Glaubensgemeinschaft in Österreich (IGGIO) resmi didirikan. Organisasi ini mengelola korelasi umat Muslim dengan negara termasuk pengajaran Islam dan juga tenaga pendidiknya.

Otoritas Agama Islam berdiri pada 1979 yang berfungsi sebagai perwakilan agama dan spiritual umat Islam. Selain tubuh keagamaan Islam resmi, di Austria juga muncul ormas yang didirikan perorangan, ibarat yang didirikan mualaf Austria, Muhammad Abu Bakr Muller dengan nama Muslimische Jugend Österreich atau Perkumpulan Pemuda Muslim Austria yang didirikan selesai 1990.

G. Jerman
Islam masuk ke Jerman jawaban adanya migrasi dari negara-negara Islam di Afrika Timur, Timur Tengah, Turki, dan Asia. Namun, kalau kita jauh menoleh ke belakang, bahwasanya Islam sudah dikenal oleh bangsa Jerman semenjak zaman pendudukan kekhalifahan Islam di Spanyol.

Belakangan warga muslim dari Lebanon, Palestina, Afghanistan, Aljazair, Iran, Irak dan Bosnia banyak yang mengungsi ke Jerman alasannya negara mereka dilanda perang. Jerman mulai memperbolehkan pelajaran agama Islam bagi para pelajar muslim di sekolah-sekolah umum. Pendidikan Islam juga mulai diperkenalkan pada tingkat akademik dengan membuka jurusan Teologi Islam di perguruan tinggi di Jerman

Jumlah muslim yang ada di Jerman ketika ini tercatat ada 4,4 hingga 4,7 juta jiwa atau setara dengan 5,4 hingga 5,7 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Jerman (2016). Jerman merupakan negara kedua sehabis Perancis dengan jumlah Muslim terbanyak di Benua Eropa.

Masjid Pusat Köln (Zentralmoschee Köln) yang berukuran 4.500 meter persegi yang bisa menampung 1200 jamaah. Inilah yang menciptakan Masjid Köln dianggap sebagai masjid terbesar di Jerman. Masjid yang dibangun oleh organisasi muslim Turki DiTiB ini dilengkapi perpustakaan, tempat kursus, ruang seminar, pusat olah raga, kantor serta pertokoan.

I. Perancis
Islam mulai masuk ke Prancis semenjak kala 8 M. Ketika itu, Islam masuk ke kota-kota selatan Prancis melalui Spanyol ke Tolouse, Narbonne, dan sekitarnya hingga Bourgogne di tengah-tengah Prancis. Namun, gres pada kala 12 hingga kala 15, orang-orang Islam mulai menempati kota-kota selatan Prancis yang terdapat di provinsi Roussillon, Languedoc, Provence, Pay Basque Prancis, termasuk Bearn.

Perkembangan Islam di Prancis mulai menerangkan kemajuan yang berarti semenjak selesai kala ke-19. Bahkan pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah berjulukan Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini tercatat lebih dari 1000 masjid berdiri di seantero Prancis.

Konon, masjid agung tersebut dibangun sehabis Perang Dunia I tahun 1926 sebagai penghargaan dari pemerintah Prancis, alasannya sekitar 100 ribu muslim meninggal dalam perang melawan Jerman. Masjid ini diresmikan oleh presiden Prancis, Gaston Doumergue, pada tanggal 15 Juli 1926 dengan Ahmad al-Alawi, seorang Algeria yang ditunjuk sebagai Imam yang pertama.

Menurut survey yang dilakukan kelompok muslim di Prancis, hingga tahun 2003, jumlah masjid di seantero Prancis mencapai 1554 buah. Sampai kini, sedikitnya ada empat sekolah muslim swasta. Awalnya, sebuah sekolah didirikian di Vitrerie, pinggiran selatan Paris. Kemudian berdiri sekolah kedua, yaitu Education et Savior, yang dibuka di Paris setela sekolah Reussite di pinggiran Aubervilliers, utara Paris, dan yang keempat di Prancis. Dua sekolah swasta Islam lainnya yakni Ibn Rushd di kota Lille, utara Prancis dan Al Kindi di kota Lyon.

Menurut catatan yang dikeluarkan oleh Badan Statistik resmi di Prancis, dalam satu tahun, mereka mencatat 4000 warga Prancis yang beralih masuk Islam. Sejauh ini terdapat 70 ribu warga Prancis yang berpindah ke agama Islam. Hal ini menciptakan agama Islam menjadi pilihan pertama, pedoman yang dijadikan sebagai pegangan hidup

J. Polandia
Islam pertama kali masuk ke Polandia dibawa oleh bangsa Tartar Muslim yang melarikan diri dari negara mereka jawaban perang sipil. Awalnya, mereka bermigrasi ke Lithuania. Namun, kemudian Raja Polandia merekrut mereka menjadi prajurit tangguh.

Saat ini, jumlah Muslimin lebih dari 30 ribu jiwa dengan komposisi Tartar, sang Muslimin awal hanya 5.000 jiwa. Kemudian, Muslim imigran absurd sekitar 25 ribu serta Muslimin setempat atau para mualaf sekitar 500 hingga seribu orang.

Di kota-kota besar ibarat Krakow, Wroclaw, dan Gdansk yang mempunyai masjid, tempat ibadah itu mempunyai multifungsi, sekaligus sebagai Pusat Kebudayaan dan Informasi Islam. Gdansk menjadi tempat yang khusus alasannya mempunyai menara, meskipun azan tidak dikumandangkan.

Masjid Warsawa yang terletak di daerah pemukiman elit di bilangan Wilanow di Jalan Wiertnicza dan umat Islam bolehlah berbangga. Di Polandia tak simpel menemukan masjid. Lebih dari 95 persen rakyat Polandia beragama Katolik, sisanya Protestan, Ortodoks, Yahudi dan Muslim.

K. Macedonia
Era kekuasaan Turki memang menciptakan banyak bangsa Slav, yang merupakan masyarakat orisinil Macedonia, mengenal dan memeluk Islam ratusan tahun silam. Kedekatan geografis dengan negara Albania juga menciptakan banyak muslim dari Albania hijrah ke Macedonia.

Pada tahun 2016, Pew Research Center merilis data yang menyatakan bahwa jumlah jumlah Muslim di Makedonia ketika ini diperkirakan mencapai 808 ribu jiwa lebih atau sekira 39,3 persen dari total penduduk negeri itu. Artinya, Islam yakni agama terbesar kedua di Makedonia sehabis Kristen Ortodoks.

L. Portugal
Islam mulai masuk ke Portugal sekitar awal kala ke-8. Setelah panglima muslim Tariq bin Ziyad berhasil menaklukan semenanjung lberia dari bangsa Visigoth pada tahun 711 M, panglima Musa bin Nusair juga ikut membantu usaha Ziyad. Di bawah pimpinan Musa bin Nusair inilah wilayah itu Al-Garb al-Andalus (Andalusia Barat) atau Portugal berhasil ditaklukan.

Pada tahun 1968, berdiri sebuah forum Islam Portugal di Lisabon dengan nama al-Jama’ah al-Islamiyyah Lilisybunah. Lembaga ini menyewa sebuah apartemen sebagai sekretariat sekaligus tempat ibadah shalat. Pada tahun 1977, negara menghibahkan sebidang tanah untuk membangun masjid dan Islamic Center di Lisbon.

Saat ini, di Portugal telah berdiri dua masjid jami’ dan 17 mushala yang sebagian besar terletak di Lisbon dan empat mushala di kota Coimbra kepingan tengah Portugal, Filado Kondah di utara, Evoradi di selatan, dan di Porto.

Ada banyak peninggalan Islam yang tak terlupakan dan masih bisa kita lihat hingga kini di Portugal. Beberapa nama kota di Portugal masih banyak yang berbau Islam, salah satunya ialah kota Fatima (diambil dari nama purti Rasulullah SAW). Selain kota Fatima, nuansa Islam bisa kita rasakan di kota Algarve. Nama Algarve berasal dari kata Arab yaitu al gharb yang berarti sang barat.

N. Yunani
Minimnya muslim di Yunani tak bisa lepas dari sejarah masa lalu. Dua negara ini (Turki dan Yunani) menandatangani perjanjian Treaty of Lausanne di tahun 1923 perihal pertukaran penduduk diantara kedua negara tersebut paska perang Balkan.

Merujuk kepada hasil sensus di tahun 1991, jumlah muslim di negara itu tercatat sejumlah 97,605 jiwa atau sekitar 0.91% saja dari keseluruhan penduduknya. Muslim Yunani terkonsentrasi di wilayah Western Thrace (Thrace kepingan barat) yang berada di wilayah utara Yunani berbatasan eksklusif dengan Turki, dan dulunya memang pernah menjadi kepingan dari wilayah emperium Usmaniyah Turki.

Tidak ada komentar untuk "Perkembangan Islam Di Benua Eropa"